by

Pensiun Jadi “Tukang Becak”, Kisah Pilu Mantan Pemenang Medali Emas Asian Games

-Inspirasi-203 views

Topikhot.com, Kisan Inspirasi – Pensiun Jadi “Tukang Becak”, Kisah Pilu Mantan Pemenang Medali Emas Asian Games – Kisah ini tentang kisah mirisnya para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa, namun harus menjalani hidup serba kekurangan setelah pensiun.

Buat kamu yang mengikuti dan terbawa euforia ASEAN Games tahun ini di Jakarta, tentunya kita bangga dong melihat para atlet yang berjuang membawa medali untuk bangsa.

Sayangnya, gak semua hidup para atlet ini terjamin setelahnya. Bahkan kebanyakan mereka hidup terlunta-lunta setelah tua. Ada bahkan ada pula yang hidup dalam kemiskinan hingga harus susah payah mencari uang demi sesuap nasi.

Melihat hal ini, para atlet ini pun akhirnya mendapat banyak sorotan media. Salah satunya diangkat oleh program TV yang terkenal, Hitam Putih. Pada episode Juli kemarin, program yang dibawakan oleh Deddy Corbuzier ini sengaja membahas dan mengupas mengenai hidup para atlet yang sudah memenangkan emas di kompetisi olahraga dunia setelah pensiun.

Meskipun para atlet ini sempat mengharumkan nama bangsa di beberapa turnamen olahraga berkelas dunia, hal itu rupanya tidak menjadikan hidup mereka lebih baik setelah tua. Salah satunya adalah pak Suharto mantan atlet balap sepeda nasional yang justru menjadi tukang becak di Surabaya dan hidup di rumah kost-nya yang sempit. Pak Suharto memutuskan untuk pensiun pada tahun 1981 karena krisis ekonomi. Ia pun menjadi tukang becak semenjak 1982 dan berpenghasilan rata-rata 50 ribu sehari.

Karena menggeluti bidang balap sepeda, Pak Suharto pun kini mengidap penyakit Hernia. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Setiap hari pak Suharto menjemput rezeki dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.

Pak Suharto sempat memenangkan medali emas pada tahun 1974 pada SEA Games 1977 di Kuala Lumpur. Pun beragam pertandingan balap sepeda lainnya baik itu nasional dan skala internasional. Sayangnya kini, jauh dari perhatian pemerintah, pak Suharto kini hidup serba kekurangan. Poker Online

Pada tahun 2016 silam, pak Suharto sempat diundang oleh tim Hitam Putih. Beruntung, tak lama setelahnya, Pak Suharto pun diangkat langsung oleh Bu Risma, walikota Surabaya bekerja untuk pemkot Surabaya menjadi pelatih balap sepeda untuk anak jalanan. Wajah Pak Suharto pun terlihat lebih sumringah. Hal ini sempat membuat Deddy terharu dan menangis setelah tahu bahwa hidup Pak Suharto dapat berubah. Jadi ikut terharu juga nih lihatnya, kita tentu berharap yang terbaik untuk para atlet dan mantan atlet selanjutnya, amin!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed